[Self Reading] The Foreign Policy Think Tanks in China: Input, Access, and Opportunity by Mahmood Ahmad and Raees Ahmad Mughal

Disclaimer:

Tulisan ini semata-mata merupakan bentuk laporan bacaan mandiri dari mata kuliah Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Cina untuk pertemuan keempat dengan topik Aktor-aktor Penting dalam Proses Pembuatan Kebijakan Luar Negeri CinaSubstansi tulisan belum teruji kebenarannya dan memiliki kekurangan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat diharapkan. Adapun tulisan ini merupakan murni hasil interprestasi penulis terhadap bacaan yang telah diberikan oleh dosen dan tidak bermaksud untuk merugikan pihak mana pun.

Sumber utama: Ahmad, Mahmood and Raees Ahmad Mugal. “The Foreign Policy Think Tanks in China: Input, Acces, and Opprtunity.” Asian Affairs: An American Review, 38, No. 3, (September, 2011): 143-155.

Peran Lembaga think tank dalam Kebijakan Luar Negeri Cina

Dewasa ini, think tank hubungan internasional Cina mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hadirnya institusi riset yang berfokus pada analisis kebijakan di Cina secara lebih jauh dapat, setidaknya, mempengaruhi kebijakan luar negeri Cina. Kebanyakan dari penelitian serta analisis yang dilakukan, merefleksikan pandangan Marxis-Leninis.

Selama dua puluh tahun terakhir, think tank kebijakan luar negeri Cina telah memainkan peran yang sangat signifikan. Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan dari peran think tank ini berdasar masa pemerintahan Mao dan Pasca-Mao. Pada masa pemerintahan Mao, hanya sedikit institusi yang dibolehkan untuk melakukan penelitan kebijakan. Sangat berkebalikan dengan masa pemerintahan pasca Mao, khususnya masa pemerintahan Deng Xiaoping yang memberikan kesempatan bagi insitusi riset untuk melakukan analisis mengenai kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Dalam bahasa Cina, frase think tank dapat diartikan menjadi dua hal, yakni zhinang tuan dan sixiang ku. Zhinang tuan dapat diartikan sebagai sekelompok kecil orang yang bekerja sebagai penasehat kebijakan untuk pembuat kebijakan tertinggi. Sebaliknya, konsep sixiang ku dapat diartikan secara harfiah sebagai intitusi riset kebijakan atau think tank yang sesungguhnya.

Dalam melihat praktik kebijakan luar negeri yang dilakukan oleh Cina, think tank Cina dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan signifikansi mereka dalam proses pembuatan kebijakan luar negeri Cina, afiliasi organisasi, dan fokus dari penelitian mereka:

  • Think tank resmi atau pemerintah
  • Think-tank semi-resmi atau akademik
  • Think thank sipil atau universitas

Institusi riset kebijakan resmi di Cina muncul selama periode Yan’an dan mulai berkembang pada tahun 1950an dan 1960an. Institusi ini berperan signifikan karena disponsori oleh pemerintah. Meskipun demikian, mereka tidak memiliki power atau tanggung jawab administratif. Mereka hanya bertugas menyediakan nasehat kebijakan untuk pimpinan tertinggi. Salah satu contoh dari institusi ini adalah China Institute of International Studies (CIIS). Dalam CIIS, terdapat tujuh divisi riset, yakni kajian Amerika, kajian Asia-Pasifik, Eropa Timur, kajian Asia Tengah dan Rusia, politik internasional, Asia Selatan, kajian Timur-Tengah dan Afrika, kajian Eropa Barat, dan Ekonomi dunia. Setiap divisi dalam CIIS bertanggung jawab dalam menganalisis informasi paling mutakhir dari tiga saluran utama: (1) komunikasi kabel dari perwakilan Cina di luar negeri; (2) media luar negeri; dan (3) buletin harian dalam aktivitas diplomatik.

201582711441918221
CIIS, (Sumber: Aidixin.com)

 

Di bawah hukum Cina, think tank semi resmi merupakan bentuk institusi publik. Sebagai contoh adalah Chinese Academy of Social Sciences (Zhogguo Shehui Kexueyuan). Institusi ini merupakan organisasi riset akademik terbesar dan paling penting di bidang filsafat dan ilmu sosial. Terdapat tujuh divisi yang berfokus pada kajian wilayah Amerika, Eropa Timur, Rusia, Timur-Tengah, Jepang, Eropa, Asia Barat, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Kemudian, ada satu lagi divisi yang berfokus pada ekonomi dan politik dunia. Institusi seperti CAAS ini memainkan peran yang kurang dibandingkan dengan CIIS karena, jarak CAAS dengan pusat pembuatan kebijakan yang tidak dekat dan kebanyakan hasil riset CAAS terlalu akademis dan tidak relevan untuk dijadikan kebijakan. Meskipun demikian, pada akhirnya institusi ini pun mulai menunjukkan perannya dalam kebijakan luar negeri Cina. Adanya Global Think Tank Summit di Beijing, Juli 2009, menunjukkan input yang besar dari CAAS.

Tipe think tank ketiga merupakan institusi yang berafiliasi dengan universitas. Institusi inilah yang paling tidak memiliki pengaruh karena dua alasan: riset yang dilakukan oleh institusi universitas sudah pasti bersifat akademik, dan sedikit sekali kesempatan bagi think tank universitas didengar dalam diskusi mengenai kebijakan luar negeri Cina. Akan tetapi, institusi universitas yang berafiliasi dengan kementrian, seperti China Foreign Affairs University (CFAU) memiliki pengaruh lebih dibandingkan dengan institusi lainnya.

Sekarang ini, think tank menjadi sumber utama dalam penyediaan input pandangan kepada pemerintah mengenai hubungan internasional yang ada. Sehingga, adanya think tank kurang lebih dapat memberikan pandangan bagi Cina untuk melakukan interaksi dengan negara lainnya. Sehingga, Cheng Li menyatakan bahwa think tank pemerintah Cina masih akan menjadi institusi yang paling berpengaruh dalam perumusan kebijakan luar negeri Cina. Sedangkan, institusi independen akan mulai berkembang secara kuantitas, keterampilan, dan pengaruh. Perkembangan dari think tank Cina dapat mempromosikan komunikasi dan integrasi antara Cina dengan dunia. Think tank Cina ada untuk membantu negaranya dalam perumusan kebijakan secara saintifik dan memiliki standar objektif. Selain itu, adanya institusi ini dapat membantu kita dalam memahami proses kebijakan luar negeri yang dibuat oleh Cina.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s