[Self Reading] Problems in Cultural and Regional Integration: The Case of ASEAN by G. W. Gong

Disclaimer:

Tulisan ini semata-mata merupakan bentuk laporan bacaan mandiri dari mata kuliah Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN untuk pertemuan ketiga dengan topik Tantangan Terhadap Integrasi Masyarakat ASEAN: Posibilitas Integrasi di Level Masyarakat ASEANSubstansi tulisan belum teruji kebenarannya dan memiliki kekurangan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat diharapkan. Adapun tulisan ini merupakan murni hasil interprestasi penulis terhadap bacaan yang telah diberikan oleh dosen dan tidak bermaksud untuk merugikan pihak mana pun.

Sumber utama: Gong, G. W. “Problems in Cultural and Regional Interaction: The Case of ASEAN.” Contemporary of Southeast Asia 2, No. 1, (Juni, 1980): hlm. 41-53.

Pentingnya Cultural Influence dalam Integrasi Regional di ASEAN

Pada dasanya, cultural influence menjadi salah satu faktor penting dalam suatu integrasi regional. Bangkitnya European Economic Community (EEC) dan ASEAN menunjukan adanya peran yang signifikan dari cultural influence dalam sebuah tatanan global.

Negara-negara di dunia ketiga merupakan koalisi yang loose dan terdiri dari negara yang heterogen. Kemudian, akan banyak pula perbedaan interest dari masing-masing negara. Meskipun demikian, negara-negara ini pada dasarnya memiliki kesamaan, yakni pengalaman kolonial yang sama, perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, hingga standar kehidupan yang rendah. Kesamaan inilah yang mendorong terbentuknya suatu integrasi regional di suatu kawasan.

Peran dari cultural influence memang harus dipertimbangkan dalam pembahasan mengenai intergrasi regional. Mengambil contoh ASEAN, kita dapat melihat bahwa ASEAN sendiri dipengaruhi oleh kebudayaan yang ada dari masing-masing negara. Banyak prinsip-prinsip yang ada di ASEAN sebisa mungkin menghargai kebudayaan negara-negara di ASEAN. Sebagai contoh, ASEAN lebih memilih mekanisme konsensus dibandingkan dengan majority of voting dalam pengambilan keputusan. Menurut hemat saya, mekanisme ini lebih seperti musyawarah yang ada di Indonesia.

Bicara mengenai cultural influence, maka kita tidak dapat terlepas dari pendefinisian mengenai budaya terlebih dahulu. Sebagaimana yang kita ketahui, budaya sendiri dapat merefleksikan nilai, kebiasaan, dan kumpulan dari adat-istiadat yang ada di masyarakat. Kemudian, dalam tulisan ini, budaya dapat dilihat sebagai sejarah, agama, filosofi, hukum, bahasa, dan tradisi sosial lainnya dari masyarakat. Karena budaya memiliki pengertian yang cukup subjektif, maka budaya tidak memiliki definisi yang tetap.

Pembentukan ASEAN pada dasarnya juga dipengaruhi oleh adanya cultural influence. Pada dasarnya, ASEAN terbentuk karena adanya kesamaan sejarah dan juga budaya. Kemudian, adanya kebutuhan untuk meningkatkan ikatan regional berdasarkan solidaritas dan kerja sama. Hal ini tertuang pada Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967. Selain itu, tujuan dibentuknya ASEAN adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, progres sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan. Alasan lain dibentuknya ASEAN adalah untuk menciptakan kawasan yang independen dan tidak dipengaruhi oleh dua kekuatan besar yang ada di dunia kala itu.

Peran dari cultural influence dan dinamika integrasi regional dapat ditelaah lebih lanjut di lima bidang berikut: ASEAN dan hukum laut, ASEAN dan hubungan internasional, ASEAN dan ilmu pengetahuan serta teknologi, ASEAN dan pendidikan serta komunikasi, dan ASEAN dan perkembangan legal. Kelima bidang ini otomatis dapat berhubungan dengan masing-masing negara anggota ASEAN, maupun dengan negara-negara lain di dunia.

Simpulan yang diajukan oleh Gong adalah, perlu adanya pertimbangan akan peran dari cultural influence dan dinamika regionalisme sebagai dua hal penting dalam konteks hubungan internasional. Untuk ASEAN sendiri, pola kebudayaan menjadi penting untuk mengevaluasi masalah serta progres ASEAN dalam menciptakan integrasi regional yang lebih mendalam. Bagaimanapun juga, kebudayaan menjadi salah satu kunci untuk memahami integrasi regional di ASEAN.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s